Langsung ke konten utama

Polsek Tualang Tanam Jagung 5 Hektare, Dukung Program Presiden Wujudkan Swasembada Pangan 2026

                                                

Sensornews.id. Perawang- Polsek Tualang melaksanakan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia, Kamis (19/2/2026) pukul 14.00 WIB. 

Kegiatan berlangsung di lahan PT SIR Lukut, Kampung Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Asta Cita Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026.

Kapolsek Tualang KOMPOL Teguh Wiyono, S.H., M.H., mengatakan luas lahan yang ditanami jagung saat ini seluas 5 hektar. Ini bentuk komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Teguh.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Camat Tualang, Danramil Tualang, unsur pemerintah kampung, BPP Kecamatan Tualang, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta manajemen PT SIR.


Menurut Teguh, keberhasilan program ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga pihak perusahaan. "Sinergi ini penting agar program berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan dari pihak perusahaan, Kapolsek Tualang, serta perwakilan kecamatan. Acara kemudian ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis dan foto bersama.

Penanaman jagung ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan di wilayah hukum serta berkontribusi terhadap target swasembada pangan nasional 2026. Sumber, Humas Polsek Tualang

Editor ( S Sitanggang )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...