Presiden Prabowo Rombak Direksi BPJS Kesehatan, Koordinator Forum Jamsos Jusuf Rizal: Jangan Sampai Makan Gaji Buta!
SENSORNEWS. ID Jakarta, Jum'at,
20 Feb, Forum
Jamsos lintas Federasi dan Konfederasi memberi tanggapan kritis atas keputusan
Presiden Prabowo Subianto yang sudah merombak total Direksi BPJS
Kesehatan. Dalam perombakan itu, Presiden Prabowo menunjuk Mayjend TNI
(Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode
2026-2031 menggantikan Ali Ghufron Mukti.
Penetapan itu diresmikan
melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026 tentang
Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS
Kesehatan. Menanggapi hal ini, Koordinator Forum Jamsos lintas Federasi
dan Konfederasi, Kanjeng Raden Haryo (KRH) HM. Jusuf Rizal, SH. S.E, M.Si,
mengatakan bahwa dewan pengawas (dewas) maupun direksi BPJS Kesehatan bukan
jabatan ringan karena menyangkut hajat hidup rakyat, khusunya di bidang
kesehatan.
“Harapan Forum Jamsos Lintas Federasi dan Konfederasi
adalah Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan harus mampu meningkatkan pengawasan
agar dana negara tidak bocor dan dikorup,” kata Jusuf Rizal yang dikenal garang
dalam aksi pemberantasan korupsi di Indonesia.
Jusuf Rizal yang juga relawan Prabowo-Gibran
mengingatkan bahwa BPJS Kesehatan adalah jaminan sosial yang harus memberi
keadilan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk bagi rakyat
kecil yang tidak mampu. Dalam hal ini Jusuf Rizal menyoroti adanya penghapusan
11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Lebih penting lagi (Direksi BPJS) harus menyelesaikan
penghapusan 11 juta peserta PIB JKN agar keadilan bagi masyarakat yang tidak
mampu tercapat,” kata Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak trah Arya
Wiraraja itu dengan tandas.
Jusuf Rizal yang juga Ketua Umum Partai Swara Rakyat
Indonesia (Partai Parsindo) meminta para Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan harus
benar-benar bekerja dengan profesional dan penuh dedikasi. Jabatan bukan untuk
dinikmati, tapi harus diemban sebagai amanat negara.
“Dewas dan Direksi jangan hanya duduk terima gaji
buta,” tegas Koordinator Forum Jamsos, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH di
Jakarta. Sebagai masukan, Jusuf Rizal menyebut banyak persoalan dalam
pengelolaan BPJS Kesehatan yang harus dibenahi. Selain soal anggaran besar yang
tak boleh dikorup, juga terkait sistem layanan kesehatan yang tampaknya masih
amburadul alias belum jelas.
“Masih banyak pekerjaan rumah Dewas dan Direksi Baru
yang harus dibenahi, termasuk kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang
melebur kelas 1, 2, dan 3 menjadi satu standar pelayanan rawat inap tunggal,
yang menurut Forum Jamsos belum jelas,” tegas Jusuf Rizal.
Sementara itu, BPJS Kesehatan dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayjend TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan, bersama tujuh direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031. “Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026,” bunyi keterangan resmi BPJS Kesehatan, Kamis (19/2).
Pengangkatan dewan pengawas dan direksi BPJS Kesehatan mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang mengatur masa jabatan lima tahun dan dapat diusulkan kembali untuk satu periode berikutnya. Pemerintah juga menetapkan susunan dewan pengawas BPJS Kesehatan periode 2026-2031 yang sebelumnya telah melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi IX DPR RI serta persetujuan dalam rapat paripurna DPR.
Susunan Dewan Pengawas BPJS
Kesehatan 2026-2031:
1.
Stevanus
Adrianto Passat (Ketua Dewan Pengawas – Unsur Pekerja)
2.
Murti
Utami Adyanto (Anggota – Unsur Pemerintah
3.
Rukijo
(Anggota – Unsur Pemerintah)
4.
Afif
Johan (Anggota – Unsur Pekerja)
5.
Paulus
Agung Pambudhi (Anggota – Unsur Pemberi Kerja)
6.
Sunarto
(Anggota – Unsur Pemberi Kerja)
7.
Lula
Kamal (Anggota – Unsur Tokoh Masyarakat)
Susunan Direksi BPJS Kesehatan
2026-2031:
Direktur Utama: Prihati Pujowaskito
JajaranDireksi:
1. Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
2. Akmal Budi Yulianto
(Direktur)
3. Bayu Teja Muliawan
(Direktur)
4. Fatih Waluyo Wahid
(Direktur)
5.Setiaji(Direktur)
6.VettyYuliantyPermanasari(Direktur)
7. Sutopo Patria Jati (Direktur) (DOEL)
Komentar