Langsung ke konten utama

7 negara memiliki pasukan terkuat dan terbesar



sensornews.idn@gmail.com7 negara dengan pasukan militer terkuat dan terbesar di dunia tahun 2025 berdasarkan data Global Fire Power adalah:


1. Amerika Serikat  

   - Personel militer aktif dan cadangan lebih dari 2,1 juta  

   - Armada pesawat militer terbesar, 13.043 unit  

   - Anggaran militer sekitar USD 840 miliar


2. Rusia  

   - Personel militer total 3,57 juta  

   - Memiliki 4.292 pesawat militer dan 5.750 tank  

   - Memiliki sekitar 5.977 hulu ledak nuklir


3. China  

   - Personel militer sekitar 3,17 juta  

   - Armada pesawat tempur 3.309 unit, 6.800 tank  

   - Anggaran militer USD 266,85 miliar


4. India  

   - Personel militer terbesar secara kuantitas, 5,1 juta  

   - 2.229 pesawat tempur dan 4.201 tank  

   - Teknologi militer terus dikembangkan meski ada tantangan logistik


5. Korea Selatan  

   - Personel militer 3,82 juta  

   - 1.592 pesawat tempur dan 2.236 tank  

   - Anggaran militer sekitar USD 50 miliar


6. Inggris Raya  

   - Personel militer aktif lebih dari 1 juta  

   - Armada pesawat dan kapal modern  

   - Fokus pada teknologi tempur dan kemampuan ekspedisi


7. Prancis  

   - Personel militer sekitar 376.000  

   - Armada modern dengan teknologi tinggi  

   - Memiliki kemampuan nuklir dan anggaran pertahanan besar


Ketujuh negara ini menonjol dari segi jumlah personel, teknologi persenjataan, anggaran pertahanan, dan kemampuan nuklir sehingga menjadi kekuatan militer terbesar dan terkuat di dunia 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...