Jakarta , SensorNews .id , Senin, 6 Maret, 2026. Sejumlah bos pengusaha rokok di Jawa Timur dan Jawa Tengah dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait pita cukai, TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan suap kepada oknum pejabat Bea Cukai.Informasi yang dihimpun Redaksi Liranews.com, KPK kini mengincar bos-bos pengusaha rokok nakal dan jaringannya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, karena dinilai merugikan negara trilyunan rupiah, menjual rokok tanpa pita cukai maupun TPPUSelain itu seperti dilansir media, KPK sedang menelusuri keterlibatan bos-bos rokok atas penyuapan kepada Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai, periode 2024-2026, Rizal dan jaringannya. Rizal di OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPk di Lampung senilai Rp.5,9 milyar Juru Bicara KPK Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta menyebutkan jika KPK memang memanggil sejumlah bos-bos Rokok guna dimintai keterangan terkait Cukai Rokok, Penyuapan maupun TPPU (Tindak Pidana Pencucian ...
Kisah Kelam Dunia Pers Indonesia: Pengakuan Roni Paslah Seorang Wartawan yang Mengklaim Dikriminalisasi dan Dipenjara
Banyu Asin , SensorNews .id , Senin, 6 Maret, 2026. Kisah perih dan penuh perjuangan harus dilalui oleh Roni Paslah. Seorang wartawan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang harus menjalani hukuman penjara selama lebih dari 5 tahun, tanpa kejelasan atas perkara yang dijatuhkan. Berikut ini adalah penuturan dan tulisan dari Roni Paslah yang diterima redaksi LIRANEWS.COM pada Minggu, 5 April 2026, Atas nama pers nasional dan kemerdekaan pers, dari sekian banyak kasus kejahatan pada wartawan (kriminalisasi), kali ini terjadi pada saya. Seorang wartawan bernama Roni Paslah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Roni Paslah adalah seorang wartawan media jelajahperkara.com, tribunusbanyuasin.com, mantan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Kabupaten Banyuasin, mantan warta...