Langsung ke konten utama

Jembatan Garuda di Tangerang Siap Diresmikan, 500 Keluarga Terhubung

SensorNews.Id. Kodam Jaya, Tangerang – Pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mencapai penyelesaian 100 persen pada Selasa (28/4/2026). Jembatan beton sepanjang delapan meter ini siap diresmikan setelah melewati 16 tahapan konstruksi yang melibatkan kolaborasi TNI, Dinas PUPR, dan masyarakat setempat.‎

‎Jembatan yang dibangun di atas gorong-gorong selebar delapan meter ini menjadi penghubung vital antara Kelurahan Panunggangan Utara dan Panunggangan Timur. Proyek infrastruktur tersebut langsung menyentuh kebutuhan sekitar 500 kepala keluarga yang selama ini terkendala akses transportasi di kawasan padat penduduk.

‎Danramil 01 Tangerang, Mayor Infanteri Jefriansen Sipayung, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua kelurahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga," ujarnya di lokasi proyek.‎

‎Proses pembangunan dimulai dari penghancuran sisa jembatan lama hingga pengecatan akhir. Tim gabungan yang terdiri dari 10 personel TNI, lima pekerja PUPR Kota Tangerang, lima tukang profesional, dan lima warga masyarakat bekerja secara gotong royong menyelesaikan konstruksi. Bahkan, proyek ini mencatat prestasi tambahan berupa pemasangan paving block sepanjang akses jalan menuju jembatan.

Kehadiran jembatan baru diharapkan memangkas waktu tempuh warga dan memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok di dua kelurahan tersebut. Selain itu, aksesibilitas yang lebih baik diprediksi akan mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di kawasan sekitar.‎

‎Kodim 0506/Tangerang kini tengah mempersiapkan agenda peresmian jembatan yang rencananya akan dihadiri jajaran pimpinan Korem 052/Wijayakrama. Peresmian ini sekaligus menandai komitmen TNI dalam program pembangunan infrastruktur berbasis kerakyatan di wilayah binaan.‎

‎Sumber Kodim 0506/Tangerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...