Langsung ke konten utama

Bawa Sabu 5 Kilogram Dari Malaysia, Warga Sampang Jatim Ditangkap Di Sialulaut Asahan

SensorNews.Id - Asahan. Selasa 28 April 2026  satuan reserse narkoba polres asahan kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu debgan barang bukti capai 5 kilogram.  Dalam pengungkapan tersebut perugas  mengamankan seorang pria diduga sebagai kurir. Penangkapan dilakukan pada senin (27/4/2026)sekira pukul 10.30 wib di Dusun VII desa silo lama kecamatan silaulaut kabupaten asahan

Kasatres narkoba polres asahan AKP Gunawan Effendi menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi maayarakat yang menyebut adanya seorang pria mencurigakan yang baru turun dari kapal membawa bungkusan besar dan tas berwarna hitam.

Menindaklanjuti informasi itu tim operasional langsung melakukan pengejaran ke arah kecamatan silaulaut.

Setibanya di lokasi petugas menemukan seorang pria dengan ciri ciri yang sama sedang berdiri di tepi jalan.

Petugas kemudian langsung mengamankan dan melakukan penggeledahan. Dari hasil penggelehan petugas menemukan lima bungkus plastik teh cina yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto  sekira 5000 gram

Hasil interogasi awal tersangka berinisial A 46 tahun warga kabupaten Sampang jawa timur, mengakui barang tersebut merupakan miliknya yang dibawa dari malaysia melalui jalur laut. Tersangka juga mengakui diperintahkan oleh seorang berinisial I untuk menghantar sabu itu ke kota Solo dan diserahkan kepada pihak lain berinisial A.

Ia dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta apabila berhasil menghantar barang tersebut.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di satres narkoba polres asahan guna penyidikan lebih lanjut. Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang tetlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Polres, asahan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi.(ML)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...