Langsung ke konten utama

Kapolres Tangerang Kota Ajak Potmas Tolak Ujaran Kebencian dan Aksi Anarkis

                                    

SENSORNEWS.ID, Tangerang - Sebanyak 502 personel gabungan mengikuti Apel Siaga Kamtibmas bertema “Jaga Kota Tangerang untuk Indonesia” yang digelar di Lapangan Apel Presisi Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (26/2/2026) pagi. Apel yang dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, serta dihadiri Pejabat Utama Polres, para Kapolsek jajaran, personel kepolisian, dan berbagai unsur potensi masyarakat (Potmas). Sejumlah unsur potensi 

masyarakat turut hadir dalam apel tersebut, di antaranya Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Forkabi, FBR, GRIB, Pokdar Kamtibmas, Senkom, komunitas ojek online, hingga Linmas. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kota Tangerang. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi “Jaga Kota Tangerang untuk Indonesia”. Isi deklarasi menegaskan sikap bersama untuk menolak segala bentuk aksi anarkis, pengrusakan, serta 

perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Selain itu, Potmas menyatakan siap mendukung tindakan tegas Polri demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh elemen masyarakat yang menunjukkan komitmen nyata menjaga kamtibmas. “Terima kasih kepada seluruh Potmas yang sudah hadir. Ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama 

untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan kamtibmas di Kota Tangerang,” ujar Kombes Pol. Jauhari. Ia menegaskan bahwa potensi gangguan keamanan saat ini tidak hanya berbentuk aksi fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ujaran kebencian dan provokasi di media sosial. “Potensi gangguan bisa muncul dari ujaran kebencian di media sosial. Karena itu kita harus bersama-sama menjaga Kota Tangerang. Tolak ujaran kebencian, aktifkan kewaspadaan lingkungan, dan segera laporkan jika ada potensi gangguan,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan solidaritas demi menciptakan rasa aman dan nyaman. “Mari kita buktikan bahwa kita bisa jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah. Sampai saat ini kondusifitas wilayah masih terjaga, dan itu berkat kebersamaan kita semua,” tambahnya. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap peran aktif Potmas, dalam kesempatan tersebut Kapolres juga menyerahkan paket sembako secara simbolis 

kepada perwakilan peserta apel, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kepada seluruh Potmas yang hadir. Kegiatan apel siaga berakhir pukul 09.40 WIB dalam keadaan aman dan tertib, ditutup dengan foto bersama sebagai simbol soliditas Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Polres Metro Tangerang Kota menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan demi Indonesia yang aman dan damai. (DOSNI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...