Langsung ke konten utama

*Jumat Curhat di Karawaci, Kapolres Ajak Warga Perangi Tawuran dan Narkoba* *Sholat Jumat Keliling di Masjid Sari Asih, Kapolres Serap Aspirasi Warga* *Lewat Program JAGA JAKARTA+, Kapolres Tangerang Kota Dekatkan Diri ke Masyarakat* Tangerang - Program JAGA JAKARTA+ yang diimplementasikan melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling) kembali digelar oleh Polres Metropolitan Tangerang Kota. Kali ini, Kapolres Metropolitan Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Sholat Jumat sekaligus kegiatan “Jumat Curhat” di Masjid Sari Asih, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta jamaah Masjid Sari Asih. Turut hadir Camat Karawaci, Direktur RS Sari Asih, serta jajaran Polres dan Polsek Karawaci. Usai pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah yang dipimpin Ustaz H. Ni’matullah, Lc., M.A., kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Jumat Curhat”, di mana Kapolres menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam sambutannya, Kapolres mengapresiasi sambutan hangat dari pengurus DKM dan masyarakat. “Ini merupakan program Jumat Keliling, di mana kami turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan masukan masyarakat sekaligus memberikan imbauan kamtibmas. Kami ingin lebih dekat dan hadir di tengah warga,” ujar Kombes Jauhari. Ia menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tangerang secara umum masih kondusif. Namun demikian, masih terdapat beberapa penyakit masyarakat seperti pencurian kendaraan bermotor, penipuan, penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Menjelang bulan suci Ramadan, Kapolres menegaskan fokus Polda Metro Jaya terhadap potensi kenakalan remaja, khususnya tawuran. “Menjelang Ramadan, kami fokus pada pencegahan tawuran remaja. Anak-anak seharusnya lebih fokus beribadah. Ini perlu kerja sama semua pihak, baik orang tua, TNI-Polri, maupun pemerintah,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan tawuran kerap dipicu oleh minuman keras, narkoba, dan obat-obatan terlarang. “Saya perintahkan untuk memberantas narkoba dan obat-obatan. Alhamdulillah, kemarin kami berhasil mengungkap 25 kilogram sabu. Ini bentuk komitmen kami menjaga generasi muda,” ungkapnya. Selain itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar. Di akhir kegiatan, Kapolres menyerahkan bingkisan kepada Ketua DKM Masjid Sari Asih sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Melalui program Jumat Keliling dan Jumat Curhat, diharapkan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, serta sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan terus terbangun di wilayah hukum Polres Metropolitan Tangerang Kota.

SENSORNEWS.ID, Tangerang, Minggu, 22 Feb, 2026. Program Jaga Jakarta, yang diimplementasikan melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling) kembali digelar oleh Polres Metropolitan Tangerang Kota. Kali ini, Kapolres Metropolitan Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan Sholat Jumat sekaligus kegiatan “Jumat Curhat” di Masjid Sari Asih, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta jamaah Masjid Sari Asih. Turut hadir Camat Karawaci, Direktur RS Sari Asih, serta jajaran Polres dan Polsek Karawaci. Usai pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah yang dipimpin Ustaz H. Ni’matullah, Lc., M.A, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Jumat Curhat”, di mana Kapolres menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Kapolres mengapresiasi sambutan hangat dari pengurus DKM dan masyarakat. “Ini merupakan program Jumat Keliling, di mana kami turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan masukan masyarakat sekaligus memberikan imbauan kamtibmas. Kami ingin lebih dekat dan hadir di tengah warga,” ujar Kombes Jauhari.

Ia menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tangerang secara umum masih kondusif. Namun demikian, masih terdapat beberapa penyakit masyarakat seperti pencurian kendaraan bermotor, penipuan, penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras.

Menjelang bulan suci Ramadan, Kapolres menegaskan fokus Polda Metro Jaya terhadap potensi kenakalan remaja, khususnya tawuran. “Menjelang Ramadan, kami fokus pada pencegahan tawuran remaja. Anak-anak seharusnya lebih fokus beribadah. Ini perlu kerja sama semua pihak, baik orang tua, TNI-Polri, maupun pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan tawuran kerap dipicu oleh minuman keras, narkoba, dan obat-obatan terlarang. “Saya perintahkan untuk memberantas narkoba dan obat-obatan. Alhamdulillah, kemarin kami berhasil mengungkap 25 kilogram sabu. Ini bentuk komitmen kami menjaga generasi muda,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar.Di akhir kegiatan, Kapolres menyerahkan bingkisan kepada Ketua DKM Masjid Sari Asih sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Melalui program Jumat Keliling dan Jumat Curhat, diharapkan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, serta sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan terus terbangun di wilayah hukum Polres Metropolitan Tangerang Kota(DOEL)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...