Langsung ke konten utama

Lima Pria Diciduk Polres Asahan , Lokasi Transaksi Sabu Digulung

                                    

SENSORNEWS.ID, Kab.Asahan, Selasa, 24 Feb, 2026. Tim khusus (Timsus)anti barkoba polres asahan kembali menunjukkan komitmennya  dalam memberantas peredaran gelap narkoba. Lima pria diamankan dalam penggerebekan dramatis disebuah kamar kost di wilayah bantaran sungai, Lingkungan II kelurahan Mutiara kecamatan kota kisaran timur, Minggu (22/2/2026)siang Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi sekaligus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Saat dilakukan penyergapan  petugas mendapati lima pria berada didalam kamar kost. Seorang tersangka berinisial HZ (48)seorang pegawai negeri sipil(PNS )ditemukan sedang duduk di depan meja.  Diatas meja terdapat satu kotak rokok berisi satu plastik klip kosong serta satu unit hanphone. Dari saku celana turut diamankan uang tunai sebeaar Rp 150.000 diduga hasil transaksi. Penggeledagan kemudian berlanjut, dari atas rak kayu ditemukan satu kotak hitam berisi 9 plastik klip kosong yang diakui milik tersangka SH (30) seorang pecatan TNI. Dari tangan SH polisi juga menyita uang tunai Rp 150 yang diduga hasil penjualan.
                                           
Tersangka lainnya T R R (27)diketahui ber peran membantu penjualan dan menerima uang dari tersangka HZ.  Sementara AS (35) dan J (38)berada dilokasi untuk nengkonsumsi sabu yang dibeli dari HZ melalui perantara TRR.  Secara keseluruhan petugas mengamankan barang bukti berupa 10 plastik klip sabu dengan total berat bruto 3,53 gram, dua bungkus plastik klip kosong, uang tunai Rp 305 ribu serta lima unit HP. Kapolres asahan AKBP Revi Nurvelani menegaskan bahwa pihaknya tudk

akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Meski siapapun latar belakangnya. Saat ini ke lima tersangka telah diamankan di sat narkorba polres asahan untuk menjalani pemeriksaan intensif
Penyidik juga tengah melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat (jurnalis ml)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...