Langsung ke konten utama

Anies Baswedan Adalah Keteladanan

                                                             

SensorNews.id, Jakarta, Minggu, 29 Maret, 2026. Banyak birokrat sering berkata-kata, seiring itu berbohong. Banyak politisi berjanji, lalu kemudian mengingkari. Mereka punya segalanya, harta, jabatan, dan kekuasaan. Namun, satu yang tak dimiliki bahkan walau hanya sebentar saja, yakni; keteladanan. Figur Anies Baswedan itu, bukan melulu cuma soal capres. Bukan hanya tentang keterkaitannya, dengan kepentingan elektoral semata.

 

Bukan juga sekadar irisannya, dengan kebutuhan pada praktik-praktik  konstitusi dan demokrasi.Seorang Anies Baswedan itu, sejatinya dapat menjadi fenomena kesadaran nasional yang menghentak republik. Terutama, dalam upaya memenuhi tanggung jawab. Mewujudkan Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan keinginan luhur Para Pendiri Bangsa yang sesungguhnya. Tentang negeri, yang semakin mengalami

 

kemunduran peradaban. Tentang bangsa, yang kehilangan jati diri dan karakter nasionalnya. Tentang para pemangku kepentingan publik, yang terus berlaku tuna susila dan terdampak kemiskinan moral akut. Tentang semua penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan, yang menjadi asupan rakyat berkepanjangan dari para pejabat yang tak lagi berpakaian malu. Anies Rasyid Baswedan, memiliki rekam jejak kepemimpinan lengkap


       

sejak masa kecil. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas, amanah, cerdas, dan berani. Anies memiliki kemampuan membuat perubahan, inovatif, memimpin disaat krisis, dan bisa membuat kebijakan yang tepat serta cepat. Menjiwai persoalan di akar rumput rakyat dan menguasai medan di arena percaturan dunia. Sejarah terus berjalan,  lahir kembali dan berulang. Anies Baswedan, dengan semua rekam jejaknya. Pada pembuktian,

 

harapan dan tekad kuat pada yang telah dan akan dilakukannya. Tak terbatas pada kapasitas, integritas dan kemauan keras menghadirkan keadilan dan kemakmuran dalam bingkai negara kesejahteraan. Tak terbatas, betapa berat dan pahit ujian politiknya. Aktifis, akademisi, dan politisi bernama Anies Baswedan itu, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang telah mencerminkan nilai-nilai ideal pada kriteria seorang pemimpin.

 

Pemimpin yang selalu dipuja sekaligus dibenci. Dihormati dan diakui prestasinya, tanpa terlepas dari isu, intrik dan fitnah yang keji sekalipun. Tapi begitulah, pemimpin yang sesungguhnya. Bukan figur publik yang gemerlap, oleh sorot keberhasilannya. Bukan juga mendung, oleh sisi kelam yang menganga akibat sayatan tajam penghakimannya.

Bukan. Sekali lagi, bukan tentang kontroversinya. Bukan tentang hitam putih hidupnya di  

masa lalu. Publik menyimpan keyakinan, Anies Baswedan boleh jadi merupakan satu dari kelangkaan pemimpin yang berani mengambil jalan penderitaan. Keberanian untuk membangun keselarasan pikiran, ucapan, dan tindakan. Berani jujur dan adil, serta menjadi jembatan kesetaraan bagi semua anak bangsa. Puncaknya, kemampuan pengendalian diri, bersih diri dan tahu diri. Meskipun, itu tak selalu identik dengan kekuasaan. Value dari  

Anies Baswedan, adalah; ujian masa depan bagi negara dan bangsa Indonesia. Kelulusan dan kegagalan kepemimpinannya, ditulis dengan tinta kesabaran. Di atas kertas pengabdian, dan berharap hasilnya pada keikhlasan. Karena pada hakekatnya, ia telah berhasil menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Sejalan dengan itu, Anies Baswedan cepat atau lambat akan mengemban kepemimpinan nasional dengan kompilasi  

modal sosial politik yang mewujud pada keteladanan. Sesederhana itu, yang melekat dalam dirinya dan publik pun mengenalnya. Karena nama lain Anies Baswedan, adalah; Keteladanan. Insha Allah. Aamiin ya rabbal aa'laamiin. (DOEL)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...