SensorNews.id, Jakarta, Selasa, 31 Maret, 2026. Teheran - Konflik
antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus memanas hingga akhir Maret 2026,
ditandai dengan serangan balasan yang menyasar wilayah militer hingga
infrastruktur energi. Eskalasi ini memperluas ketegangan di kawasan Timur
Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan
perang regional. Di tengah situasi tersebut, Iran mengambil
langkah strategis dengan menerapkan kebijakan baru di Selat Hormuz, jalur vital
yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Kebijakan ini memicu
kekhawatiran gangguan distribusi energi global dan mendorong kenaikan harga
minyak internasional.
Keterangan Gambar : Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus memanas hingga akhir Maret 2026, ditandai dengan serangan balasan yang menyasar wilayah militer hingga infrastruktur energi.
Para analis menilai, jika konflik terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global akibat terganggunya pasokan energi dan meningkatnya inflasi. (DOEL)
Keterangan Gambar : Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat
terus memanas hingga akhir Maret 2026, ditandai dengan serangan balasan yang
menyasar wilayah militer hingga infrastruktur energi.
Komentar