Langsung ke konten utama

HIPKA MINTA DUNIA USAHA TETAP OPTIMIS MESKI ANCAMAN PHK MENINGKAT


SensorNews.id, Tanah Paser, Rabu, 19, Maret, 2026. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai dirasakan di berbagai sektor usaha menjadi tanda tekanan ekonomi yang kian nyata. Penurunan produksi serta ketidakpastian pasar memaksa sejumlah perusahaan mengambil langkah efisiensi, termasuk mengurangi tenaga kerja. Koordinator Kompartemen Relasi Publik, Relasi Asosiasi Himpunan dan Media HIPKA Indonesia, Muhammad Nasir, menyebut kondisi ini sebagai realitas yang 

tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha saat ini. “Kita harus jujur bahwa kondisi ekonomi memang sedang tidak mudah. PHK bukan keputusan yang diinginkan, tetapi dalam situasi tertentu menjadi langkah yang harus diambil agar perusahaan tetap bertahan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026). Meski dihadapkan pada tantangan berat, Nasir menegaskan bahwa situasi ini bukan alasan untuk kehilangan harapan. Ia mendorong pelaku usaha untuk mengubah cara pandang dan lebih fokus pada peluang yang 
                                     
masih terbuka. Menurutnya, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, khususnya di sektor industri digital dan energi terbarukan yang terus berkembang. “Ke depan, yang bisa bertahan bukan hanya yang besar, tapi yang cepat beradaptasi. Inovasi dan efisiensi menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi seperti sekarang,” katanya. Nasir juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas iklim usaha. Kebijakan yang tepat dinilai mampu mendorong investasi serta 

membuka peluang kerja baru di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak PHK yang lebih luas. Di sisi lain, Nasir memberikan pesan kepada para pekerja yang terdampak PHK agar tidak larut dalam situasi sulit. Ia menilai kondisi ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan keterampilan dan mencari peluang baru. “Ini bukan akhir dari segalanya. Justru bisa menjadi momentum untuk meningkatkan keterampilan 

dan mencari peluang baru yang mungkin selama ini belum dilirik,” ujarnya. Nasir menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini. Dengan tetap optimistis dan fokus pada solusi, ia meyakini perekonomian Indonesia dapat kembali bangkit. “Situasi ini berat, tapi bukan tidak bisa dilalui. Kita harus tetap optimistis dan bergerak bersama mencari jalan keluar,” pungkasnya.(DOEL)






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...