Jelang Lebaran, Polres Simalungun dan Bupati Gerak Bersama Sidak Pasar dan SPBU — Harga Sembako Masih Terkendali!
SensorNews.Id - Simalungun — Denyut persiapan menyambut Lebaran mulai terasa di Kabupaten Simalungun. Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Operasi Sidak Pasar dan SPBU di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Selasa, 10 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
Sidak yang diikuti langsung oleh Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang, S.H.,— mewakili Kapolres Simalungun — ini menyasar dua lokasi sekaligus: Pasar Tradisional Dolok Batu Nanggar dan SPBU Dolok Batu Nanggar. Tujuannya jelas: memastikan harga bahan pokok tidak melonjak liar dan stok BBM tetap aman menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Simalungun, IPDA Gagas Dewanta, S.Tr.K., M.H., yang dikonfirmasi pada Selasa, 10 Maret 2026, sekira pukul 17.30 WIB, menjelaskan latar belakang kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini kami laksanakan bersama Bupati Simalungun dan jajaran Pemkab dalam rangka menyambut HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah. Kami melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional, sekaligus memantau ketersediaan BBM di SPBU," ujar IPDA Gagas Dewanta.
Operasi ini terbilang besar dan melibatkan banyak pihak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Simalungun, perwakilan Ketua DPRD, Dandim 0207/Simalungun, Kajari Simalungun, Kepala Sub Drive II Perum Bulog Pematang Siantar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta belasan kepala dinas dan instansi terkait lainnya di lingkup Pemkab Simalungun.
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, harga bahan pokok di Pasar Tradisional Dolok Batu Nanggar terpantau masih dalam kondisi wajar dan terkendali. Beras premium berbagai merek berkisar antara Rp 14.200 hingga Rp 15.400 per kilogram, sementara beras medium SPHP/Bulog dijual seharga Rp 13.100 per kilogram.
Harga daging sapi murni tercatat Rp 120.000 per kilogram, daging ayam potong Rp 40.000 per kilogram, dan daging kambing Rp 90.000 per kilogram. Untuk komoditas bumbu dapur yang biasanya rawan melonjak jelang Lebaran, cabai merah terpantau di angka Rp 70.000 per kilogram, cabai hijau Rp 65.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp 56.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp 36.000 per kilogram dan bawang putih Rp 32.000 per kilogram.
Sementara minyak goreng curah berada di harga Rp 18.000 per kilogram dan Minyak Kita Rp 17.000 per liter. Gula pasir dan gula merah masing-masing Rp 18.000 per kilogram. Untuk kebutuhan sayuran, harga terpantau stabil dengan bayam hanya Rp 3.000 per kilogram dan kangkung Rp 5.000 per kilogram.
"Secara umum harga-harga masih dalam batas wajar dan stok bahan pokok tersedia. Kegiatan berjalan dengan lancar, situasi aman dan kondusif," ucap IPDA Gagas Dewanta.
Langkah proaktif Polres Simalungun bersama Pemkab ini mendapat apresiasi dari para pedagang dan warga yang hadir di pasar. Kehadiran aparat dan pejabat daerah secara langsung dinilai memberikan rasa aman sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa praktik penimbunan atau permainan harga tidak akan dibiarkan.
"Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala hingga Lebaran tiba. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu menimbun barang, karena stok aman dan harga terkendali," ungkap IPDA Gagas Dewanta.
Dengan sinergi solid antara Polri dan Pemerintah Daerah, warga Simalungun diharapkan dapat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan tenang, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
( David )




Komentar