Langsung ke konten utama

Kunjungan Mendadak Presiden Prabowo Hadirkan Haru di Senen

 

SensorNews.id, Jakarta, Jum;at, 27 Maret, 2026. Suasana di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, tiba-tiba berubah. Warga tak pernah menyangka bahwa sore itu akan menjadi momen yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto hadir langsung di tengah permukiman padat  mendadak sontak mengundang perhatian warga sekitar. Ketika 

Prabowo turun dari kendaraan dan mulai menyapa, suasana seketika dipenuhi rasa haru dan tak percaya. Dalam hitungan detik, warga dari berbagai kalangan mulai dari orang dewasa hingga anak-anak berbondong-bondong menghampiri. Mereka antusias ingin melihat dari dekat, berjabat tangan, hingga menyampaikan harapan secara langsung. Salah satu warga, Nur Hanifah, mengaku sangat 

terharu bisa bertemu langsung dengan Presiden. Ia bahkan rela meninggalkan aktivitasmemasaknya demi menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Tadi lagi masak di dapur, terus buru-buru keluar karena dengar ada Bapak Presiden. Pas keluar langsung salim, senang banget,” ujarnya penuh antusias. Dalam kesempatan itu, Nur Hanifah juga menyampaikan 

                                                            Sumber Foto: dok. Seskab

harapannya agar bantuan pemerintah dapat terus berlanjut. Harapan serupa disampaikan oleh warga lainnya, Yana, yang menekankan pentingnya program bantuan sosial seperti PKH serta program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak. “Semoga program seperti MBG terus ada, supaya anak-anak sekolah tetap bisa merasakan manfaatnya. Kami di sini mayoritas masih di 

bawah, jadi bantuan seperti ini sangat berarti,” tutur Yana. Kisah haru juga datang dari Wawan, seorang pengamen badut, yang mengaku hampir menitikkan air mata saat melihat langsung kedatangan Presiden. “Terharu, hampir nangis. Baru pertama kali ada Presiden datang ke sini. Rasanya senang sekali,” ungkapnya. Sementara itu, Cono, seorang pemulung, mengaku sempat 

berbincang langsung dengan Presiden dalam momen yang menurutnya sangat spontan. Ia bahkan menyampaikan keluhannya terkait keterbatasan tempat tinggal. “Kaget, semuanya spontan. Tadi Pak Prabowo tanya, mau nggak dibikinin rumah susun. Saya bilang mau, karena memang kami kekurangan tempat tinggal,” ceritanya. Kehadiran Presiden Prabowo di Kelurahan Kramat bukan 

sekadar kunjungan biasa. Momen ini menjadi bukti bahwa negara hadir langsung di tengah masyarakat menyapa, mendengar, dan merespons kebutuhan rakyat. Di gang sempit yang biasanya luput dari perhatian, sore itu berubah menjadi ruang penuh harapan tempat di mana warga merasa dilihat, didengar, dan diperhatikan oleh pemimpinnya. (DOEL)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...