Langsung ke konten utama

Pangdam XI Tanjungpura Ingatkan Prajurit Kodim Sambas, Jauhi Pelanggaran Jadilah Solusi Bagi Rakyat


SensorNews.id, Minggu, 29 Maret, 2026. Perwirasatu.co.id, Sambas - Panglima Kodam XII/ Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya disiplin bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 1208/Sambas, Jalan

 

Tabrani, Desa Lumbang, Sambas, Jumat kemarin (27/03/2026). Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P., beserta jajaran perwira dan seluruh personel. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan satuan untuk memastikan kesiapan operasional di wilayah perbatasan. Dalam 

                                  

Keterangan Gambar : Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menekankan pentingnya disiplin bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan

pengarahannya di Aula Kodim, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pesan mendalam mengenai integritas prajurit. la menegaskan bahwa setiap personel TNI harus menjadi cerminan nilai-nilai positif di mata masyarakat. "Sebagai aparat teritorial, prajurit harus mampu menjaga sikap dan perilaku. Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa

 

pun, karena hal tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI," tegas Pangdam. Jenderal bintang dua ini juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personel Kodim 1208/Sambas. Menurutnya, Kodim Sambas telah menunjukkan performa yang solid dalam membantu program pemerintah daerah,

 

khususnya di sektor ketahanan pangan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Sumber: Pendim 1208 Sambas. (DOEL)









Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...