SensorNews.id Pemekasan, Rabu, 25 Maret, 2026. Ormas Madas Nusantara soroti serius pencurian besi-besi penyangga jalan tol Suramadu karena itu akan dapat membuat Suramadu ambruk serta membahayakan pengguna dan masyarakat Madura secara umum. Kemudian gagas bentuk Satgas Pengawas Demikian disampaikan Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal kepada media di Pamekasan menanggapi
maraknya pencurian besi-besi penyangga jalan tol Suramadu. "Itu kejahatan serius, karena jalan tol jika penyangga besinya diambil jalan tol Suramadu bisa ambruk. Ini akan merugikan warga Madura dan membahayakan pengguna," tegas Jusuf Rizal, penggiat anti korupsi, tokoh media itu. Dikatakan pencurian berulang yang dilakukan warga Madura maupun warga perantauan atas infrastruktur jalan tol Suramadu, jangan
dianggap enteng. Harus menjadi perhatian seluruh warga Madura maupun pemerintah. Seperti diketahui bulan Maret 2026 sebanyak tujuh orang melakukan Pencurian besi pelindung tiang pancang (besi antikarat) yang dilakukan komplotan nelayan/ABK. Tindakan itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan korosi, merusak struktur jembatan, dan berpotensi menyebabkan jembatan roboh. "Para
pelaku harus dihukum berat. Tidak bisa dilakukan pembiaran. Dan tidak hanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP atau Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman tujuh tahun," tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo itu. Dikatakan aksi pencurian oleh nelayan/ABK itu, sangat keterlaluan. Sudah dilakukan 21 kali dengan motif ekonomi dijual untuk kepentingan pribadi. Mereka tidak berpikir mencuri besi
pelindung tiang pancang, akan membahayakan struktur jembatan. Apa langkah nyata Madas Nusantara menyikapi kasus berulang seperti ini, tanya wartawan. Menurut Jusuf Rizal, pria yang masih keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu, perlu langkah strategis kuratif sebelum masuk pada penegakan hukum. Pertama, Madas Nusantara akan melakukan sosialisasi kepada para nelayan tentang bahaya pencurian besi
penyangga tiang pancang jalan tol Suramadu. Kedua, memberikan penyuluhan hukum, bahwa pencurian besi tol Suramadu merupakan kejahatan yang tidak bisa ditolelir. Ini pekerjaan nista, sebab warga Madura jika jembatan ambruk akan sangat dirugikan. Ketiga, karena motif ekonomi, maka Madas Nusantara akan ikut mencari solusi atas problematik ekenomi saudara warga nelayan Madura. Kami akan turun
melakukan inventarisasi masalah. Dan akan berkoordinasi Kementerian Sosial, Kementerian Kelautan, Kadin setempat, BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan, dll, "Ini masalah kita semua. Pejabat pemerintah, pengusaha, tokoh, ulama, dewan dan termasuk Cicil Society Organization. Dan juga pemerintah Madura. Propinsi dan Pusat, Presiden Prabowo harus ikut bertanggungjawab," tegas Jusuf Rizal Presiden LSM LIRA
(Lumbung Informasi Rakyat) itu. Keempat, Madas Nusantara akan menggagas paguyuban Nelayan Madura serta membentuk Satgas Pengawas Pencurian Besi Tol Suramadu. Satgas ini diusahakan dapat honor dari dukungan pemerintah, CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan, maupun para donatur. Tugas Satgas sambil bekerja ikut mengawasi tindak kejahatan pencuri besi Tol Suramadu malam
hari Madas Nusantara akan bekerjasama dengan Kepolisian (Pol Air), TNI (Angkatan Laut), maupun Kementerian Kelautan, Pemprop Jawa Timur, maupun Pemda Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Tentu DPRD akan dilibatkan. Dalam waktu dekat kami akan kirimi surat untuk dengan instsnsi-instansi tersebut," tegas Jusuf Rizal yang sedang menggagas peluncuran Bamus (Badan Musyawarah) Madura dan halalbihalah
ormas ke-Maduraan itu. Berdasarkan Catatan Jembatan Suramadu dibangun dengan total biaya mencapai kurang lebih Rp4,5 triliun. Proyek infrastruktur raksasa yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini dikerjakan selama 6 tahun, dari 2003 hingga diresmikan pada 10 Juni 2009. Dana pembangunan bersumber dari APBN. (DOEL)
Komentar