SensorNews. id, Jakarta, Rabu, 25 Maret, 2026. Ustaz Abdul Somad menghadiri kegiatan halal bihalal bersama warga Muhammadiyah Jombang pada Ahad, 22 Maret 2026, yang digelar di halaman Masjid KH Ahmad Dahlan, kawasan Jombang Muhammadiyah Center. Kehadiran tokoh lintas organisasi kemasyarakatan dan agama dalam acara tersebut menjadi penanda kuatnya harmoni sosial serta komunikasi antarumat beragama di wilayah tersebut yang terus terjaga dengan baik. Kegiatan halal bihalal yang berlangsung di kawasan Jombang Muhammadiyah Center (JMC),
tepatnya di Jalan Kapten Piere Tendean Nomor 15, Sengon, Jombang, berlangsung khidmat sekaligus hangat. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh warga Muhammadiyah, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dari latar belakang organisasi kemasyarakatan dan agama yang beragam. Ustaz Abdul Somad dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya atas suasana kebersamaan yang terbangun dalam acara tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran tokoh lintas ormas dan agama merupakan cerminan nyata dari semangat persatuan yang
hidup di tengah masyarakat Jombang. Menurutnya, halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan pasca-Idulfitri, melainkan juga ruang strategis untuk memperkuat silaturahmi, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. “Ini bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antarsesama anak bangsa, tanpa memandang latar belakang organisasi maupun agama,” ujar Abdul Somad di hadapan jamaah yang memadati lokasi acara. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal
kegiatan. Warga dari berbagai kalangan tampak memenuhi halaman masjid, mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Panitia juga menyiapkan pengamanan serta pengaturan acara yang rapi, sehingga kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kehadiran lintas elemen dalam kegiatan ini menjadi indikator penting bagi terbangunnya komunikasi sosial yang sehat di Jombang. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam besar di Indonesia dinilai mampu memainkan peran strategis dalam merawat hubungan harmonis antarumat
beragama. Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai toleransi dan kebersamaan tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah terimplementasi secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Halal bihalal pun berkembang menjadi momentum sosial yang melampaui batas-batas identitas, menjadi ruang perjumpaan yang inklusif dan membangun. Dengan terselenggaranya acara tersebut, diharapkan semangat persatuan dan kerukunan yang telah terjalin dapat terus dijaga dan diperkuat, tidak hanya dalam momen keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jombang yang majemuk. (DOEL)
Komentar