Langsung ke konten utama

Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Pasang Genteng untuk Pembangunan Rumah

SensorNews.Id. Kodam Jaya, Tangerang  - Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 01/Tgr, Kodim 0506/Tgr yang turun langsung membantu warga dalam proses pemasangan genteng di dua titik sasaran, Rabu (22/04/2026).

Untuk sasaran gentengisasi adalah rumah milik Ibu Aisyah Kampung Kelapa RTb003/005 Kelurahan Pamunggangan Timur dan rumah milik Ibu Siti Hartati Kampung Sawah Dalam Kelurahan Panunggangan Utara Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama warga bahu-membahu mengangkat dan menyusun genteng sebagai bagian dari penyelesaian atap rumah.

“Sebagai aparat kewilayahan, sudah menjadi tugas Babinsa untuk selalu hadir dan membantu masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan warga,” ujar Danramil 01/Tgr Mayor Inf Jefresen Sipayung.

Gotong royong tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Pak Babinsa. Beliau selalu sigap membantu warga tanpa diminta,” tuturnya.

Kegiatan gotong royong ini juga menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaannya, serta sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan adanya kebersamaan seperti ini, diharapkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat akan semakin kuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...