Langsung ke konten utama

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Mengawal Kesejahteraan Petani Sawit dan Petani Kopi

                            

Jakarta, SensorNews.id, Minggu, 2026.  Sumarjono Saragih, aktif bergabung pada Asosiasi Pengusaha  Indonesia (APINDO), sejak tahun 2012, di Palembang, Sum.Selatan. dan menjadi Ketua Ketenagakerjaan dan Sumber daya Manusia  Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat, Kemudia Tahun 2026 Dilantik Presiden Prabowo Subiyanto, di Istana Negara Menjabat Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Periode, 2026 - 2031. Menjadi tamu Tribune Sum. Selatan, guna menyampaikan pandangannya terkait Buruh Sawit dan Kopi.

Mengucapkan terimakasih telah diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikiran serta informasi mulai dari jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua maupun jaminan pensiun juga kehilangan pekerjaan Pemerintah adalah regulator saya tentu memastikan mendorong teman-teman pengusaha memastikan supaya semua pekerjanya didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial yang menjadi tantangan kalau pekerja formal atau di perusahaan karena itu hukum jelas diawasi Disnaker kemenaker

harusnya tidak ada lagi yang tidak terdaftar yang menjadi tantangan dalam pekerja informal petani buruh tani sopir pedagang tukang sayur pasar nelayan. Ini kan tidak ada Majikan bagaimana caranya? tidak ada cara tunggal salah satunya yang sudah dilakukan pemerintah menggunakan APBD atau bagi hasil yang dari pusat hasilnya untuk melindungi para petani APBD untuk melindungi pekerja rentan, tapi dia kita tahu pemerintah anggarannya terbatas Dan masih banyak yang belum terlindungi khususnya

buruh informal. kalau secara angka besar yang namanya angkatan kerja menurut BPS tahun 2023 apa ya memastikan pemberi kerja dan mencari ide gagasan atau mempertemukan para pihak untuk para pekerja informal ini sejauh ini yang muncul solusi-solusi itu memang hanya dari tadi ada bagi hasil ya Ada Pemerintah Daerah atau pemerintah pusat hanya itu untuk pekerjaan formal ini apakah mungkin diberdayakan sehingga mereka bisa mandiri untuk seperti bahasa saya tadi dia harus ada beragam cara

bagi yang terjangkau oleh anggaran pemerintah beruntung dia yang terjangkau dana bagi hasil di sektor itu tadi itu kan harusnya itu seperti tembakau, sawit kembali ke Sawit idealnya sih begitu saya nggak tahu dalam modifikasinya tapi bagi yang tidak ada sektor-sektor unggulan seperti itu makanya salah satu pendekatan yang saya coba apa namanya dalam ini adalah pendekatan ekosistem. misalnya petani kopi di Sumsel, semua petani. Tapi kalau agak ke hilir sedikit disini ada pedagang yang ngumpul agak kesana sedikit

para eksportir trader pabrikan. Kita harapkan ini yang mau sedikit bermurah hati yang mendorong membagikan atau mencari cara supaya para petani diHulu ini. TerlindungiJaminan Sosial jadi seperti memang belum belum ada ketentuan yang baku kita berharap. ketentuan yang baku amanah undang-undang fakir miskin orang susah dilindungi? undang-undang bahwa negara menjamin penghidupan yang layak warganya pekerjaan yang layak jaminan sosial bagi yang tidak mampu upaya itu dilakukan

pemerintah tapi dengan segala keterbatasan pilihannya adalah bertahap gitu ya, tapi yang namanya kebutuhan jaminan sosial ini kan tidak bisa ditunda kalau secara faktanya kalau ditanya idealnya seperti BPJS Kesehatan bagi yang tidak mampu bagi yang rentan oleh negara dibiayai yang menggambarkan ekosistem saya terpanggil artinya saya punya pengalaman di sawit diekosistem sawah ini dalam konteks keberlanjutan perusahaan-perusahaan itu ada yang dibantu tidak ada kebun petani. makanya saya mencoba

memperkenalkan ide pendekatan ekosistem kepada aktor-aktor yang ada di rantai pasok ini karena profil kopi itu berbeda dengan sawit secara struktur kepemilikan ini petani itu kalau tidak ada intervensi kebijakan pemerintah tidak ada inisiatif dari private-sector mereka bertarung sendiri untuk untuk mereka sepi gitu ya karena itu saya pikir ini sudah waktunya sebagai anak bumi Sriwijaya gitu 30 tahun Saya di sini jadi saya tidak perlu makanya saya mencoba South Sumatera sustainable kopi inisiatif itu sebuah platform ini

keberlanjutan usaha kopi perkenalkan sebuah rumah bersama yang tertarik melakukan hal-hal untuk kemajuan kopi sesuai dengan minatnya sesuai konsepnya bisanya balita di dalam konteks jaminan sosial saya mau Dengan cuaca yang berubah yang semakin panas Medan yang berat dan juga sudah tahu dengan apa-apa kemarin itu kopi petani kopi itu harus bertarung risiko saat dia melakukan pekerjaannyasiapa? orang yang peduli dengan Bagaimana penggunaan bahan kimia silakan tata kelola budidaya panen yang dari

pertanian silakan Ini harus di orkestrasi Harusnya itu memang dari pemerintah Iya ini di platform ini yang harapannya kalau namanya platform untuk semua pihak atau katakan yang paling besar petani kopi karena ini kan enggak betul kebun rakyat ya rumah tangga jumlahnya cukup juga ratusan ribu sudah ketemu dua kelompok besar petani kopi satu di Oku Selatan ada 19 koperasi petani penghasil kopi 23.000 petani totalnya yang didampingi oleh LSM Jerman salah satu pemain industri kopi yang ada di Jerman

mendampingi para petani kopi, tapi aspeknya sebagian saja pemberdayaan bagaimana mereka berkelompok supaya posisi tawar lebih bagus dibentuk koperasi nya walaupun ia masih sangat awal tapi sudah ada Koperasi aspek yang saya sebut tadi belum tersentuh jaminan sosial Ketika saya bicara jaminan sosial masih asing bagi mereka. Tapi sudah terdata mereka didampingi kalau masalah sudah 57 Tahun, jika di Jerman 2 orang kalau gaya kerjain itu kan karena dia Intens dengan petani dia kenal petaninya dia punya

datanya dia punya programnya. tak tinggal kita percaya ini ini sudah ada basis yang konkrit yang sudah punya level yang siap untuk menerima program tadi yang biasanya untuk K3 gak mungkin udah kalau sana pakai karena dana itu memang fokus membangun budaya kebun dan berkelompok ketiganya belum ada proses panen pasca panen dilakukan dalam jual dalam Koperasi di kota mati jaminan tenaga kerja sosial juga pasti belum terbukti waktu saya tanya mereka belum gua beli 3 ribu kalau contoh sukses

karena kalau bisa yang informal nya muda aja kita bilang ada kopi ada sawit Karet semakin cepat lama juga di Sawit contoh sukses jaminan sosial tenaga kerja bisa memberi bermanfaat bagi para buruh sawit Seperti apa pertama ke seperti kita ini yang bekerja di korporasi kan kita sudah dipotong ini jaminannya jaminan kecelakaan kerja jaminan kematian jaminan hari tua jaminan pensiun jaminan kehilangan pekerjaan yang baru yang baru Artinya kita ini pensiun nanti sudah ada duit kita sana jht sama. kalau itu

kita lakukan dengan Teratur dengan angka yang signifikan Harusnya kita pensiun nggak khawatir tapi bagaimana yang ini kami sangat terbatas kalaupun ada tabungan ini ya mungkin sekedar penopang yang berisi yang lebih mengkhawatirkan lagi para pekerja informal Ini pertama jaminan sosial aja belum terdaftar sama sekali. Jadi dia hidup dari hari ini ke hari esok belum berpikir Aku pensiun Seperti apa Kalau dari segi manfaat dalam konteks para pekerja informal sebenarnya negara sudah menyediakan program

yang sangat luar biasa dengan 16.800. untuk Program jaminan sosial kecelakaankerja kematian yang akan sangat apa namanya menjawab kebutuhan petani kopi tadi karena memang berisi 16800 tapi manfaatnya dapat anaknya beasiswa sampai kuliah 2 orang. dapat uang duka wafat kematian 48 juta 10 juta ratusan juta dengan hanya 16800 jadi bahasa sederhananya produk bagus pun kalau tidak Diberitahukan kepada mereka yang jauh di pedalaman ya mereka juga nggak kebagian manfaat hari setelah salah satu tugas

kita yang kita paham dan kita mengerti ada jaminan sosial. Bagaimana mendorong Ini Salah satu misi saya 16.800 per bulan/orang/ bulan yang lebih beberapa petani kebun sawit saya sudah ujicoba itu cuman memang tidak mudah pertama mereka ada di tengah kebun sana kalau terjadi kecelakaan kematian cara berkomunikasi melayani mereka itu menjadi tantangan makanya kembali ke cerita tadi ekosistem yang terlibat secara gotong royong yang memang tiap hari. interaksi dengan petani tahu pertanyaan langganan saya

kemarin kecelakaan kakinya ya bermasalah dan saya sudah bantu jaminan sosial saya bisa begitu tiap hari berinteraksi. Kita ngomong di sini secara ide, tapi kita ngomong Di sana ada peristiwa. Siapa yang menghandle dan melayani ekosistem sawah karena kansebagian juga sudah terdaftar ya memang sudah bisa dilihat manfaatnya yang sudah dirasakan kalau saya selama proses seleksi pelajari background undang-undang ini jadi ketua Pansus undang-undang BPJS ini menyebutkan ini jaminan sosial kesehatan dan

Ketenagakerjaan ini adalah peradaban baru, bisa bayangkan dulu kalau kita sakit dan yg paling takut sakit adalah orang miskin sakit jangan yang biasa yang biasa motor dijual utk biaya berobat apapun bisa jua;/hilang dengan adanya jaminan sosial kesehatan dan Ketenagakerjaan oleh ketua Pansus itu dokter Nizar Shihab namanya Ini adalah pencipta peradaban baru jadi Kita berterima kasih kepada para pemimpin kita yang berpikir membuat undang-undang ini sistem jaminan sosial nasional membentuk dua lembaga

BPJS Kesehatan artinya kalau kita sakit hari ini yang enggak sampai jual motor. jaminan kesehatan sosial setan tapi yang tenaga kerja memang tidak saya masih itu cerita itu bergulir tidak itu memang karena kesepakatan ini akan kebutuhan Hari ini saya sakit hari ini terjawab hari ini banyak negara mengintervensi membayar iuran pekerja pada masyarakat yang tidak mampu kalau Ketenagakerjaan ini kan menjual masa depan di sana jaminan hari tua, jaminan pensiun jaminan kematian dua anak itu di cover BPJS TK

dari sekolah dasar sampai kuliah, Paling tidak secara ekstrem kalau dia tidak ikut itu begitu sih orang tua yang mencari nafkah meninggal langsung Jatuh Miskin tidak bisa bayar uang sekolah tidak bisa kebutuhan dapur. Ini dapat uang duka uang sekolah sampai kuliah. (DOEL)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...