Langsung ke konten utama

Jembatan Garuda di Pinang, Tingkatkan Akses Warga Beri Apresiasi

SensorNews.Id. Kodam Jaya, Tangerang  - Pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Panunggangan Utara Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (22/04/2026), terus dikebut guna mempercepat akses transportasi masyarakat. 

Hingga saat ini, progres pembangunan telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk TNI dan warga setempat.

Terlihat di lapangan, anggota TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan konstruksi, mulai dari pemasangan rangka hingga pengecoran bagian penyangga jembatan. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.

Dandim 01/Tgr Kolonel Inf Ary Sutrisno melalui koordinator lapangan Mayor Inf Jefresen Sipayung yang juga Danramil 01/Tgr menyampaikan, bahwa pengerjaan Jembatan Garuda dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja.

“Kami terus mengoptimalkan waktu dan tenaga agar pembangunan jembatan ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai akses penghubung antar Keluraha, jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas sehari-hari.

"Kehadiran jembatan permanen ini juga akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dibandingkan dengan akses sebelumnya," ucapnya.

Menurutnya, hal ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

"Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan Jembatan Garuda dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi 500 Kepala Keluarga," paparnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...