Langsung ke konten utama

Kasiter Kasrem 052/Wkr Hadiri Penanaman 1.000 Pohon dalam Rangka Hari Bumi 2026

SensorNews.Id - Tangerang - Kasiter Kasrem 052/Wijayakrama, Kolonel Arh Tamaji, S.Sos., M.I.Pol., mewakili Danrem 052/Wkr menghadiri kegiatan penanaman 1.000 pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 yang dilaksanakan di kawasan Situ Cihuni, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang di Inisiasi oleh Yayasan Banksasuci Foundation dan dihadiri Pejabat dari Pemprov Banten, Pemda Kab. Tangerang, Unsur TNI Polri dan Masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang. 

Dalam kesempatan tersebut, Kasiter Kasrem 052/Wkr menyampaikan bahwa TNI AD melalui satuan kewilayahan senantiasa mendukung program pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan penanaman pohon ini sejalan dengan upaya pembinaan teritorial dalam menjaga keberlanjutan alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan. Penanaman pohon bukan hanya untuk hari ini, tetapi sebagai investasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan penanaman pohon berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan di Situ Cihuni secara simbolis oleh para pejabat dan dilanjutkan oleh seluruh peserta yang hadir.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kawasan Situ Cihuni dapat menjadi wilayah yang lebih hijau, asri, dan mampu memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...