SensorNews.id, Kab.
Tangerang, Rabu, 1 April, 2026. Menteri
Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruara Sirait melakukan kunjungan ke
sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah kelapa dua Pete, Tigaraksa,
Kabupaten Tangerang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berjalan sesuai arahan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya,
Maruara Sirait menjelaskan bahwa program BSPS merupakan bagian dari program
bedah rumah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan
bahwa program pembangunan 3 juta rumah terus bergulir secara berkesinambungan
sejak tahun lalu hingga saat ini.“Program ini bertujuan menekan angka
masyarakat yang belum memiliki rumah. Dari data sebelumnya, angka tersebut
terus
ditekan secara
signifikan,” ujar Maruara.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPR RI yang
telah mendorong peningkatan anggaran sektor perumahan. Menurutnya, anggaran
yang sebelumnya sebesar Rp150 triliun kini meningkat menjadi Rp200,3 triliun
pada tahun 2026.Lebih lanjut, Maruarar menegaskan bahwa peluncuran program BSPS
dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Ia menilai program ini tidak
hanya
membantu masyarakat
memiliki hunian layak, tetapi juga mendorong kemandirian melalui pengelolaan
pembangunan secara swadaya.Dalam kesempatan tersebut, Maruara juga
mengapresiasi peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya
kaum ibu, yang dinilai mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja di tengah
berbagai tantangan ekonomi. Sebagai bentuk dukungan, ia menyerahkan bantuan
sebesar
Rp10 juta kepada 10
pelaku UMKM berprestasi.Ia turut meminta perbankan BUMN untuk terus mendorong
kemajuan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, KUR
dengan suku bunga rendah sekitar 0,5 persen per tahun sangat membantu
masyarakat dalam mengembangkan usaha. Pinjaman KUR di bawah Rp100 juta bahkan
tidak memerlukan agunan. Ini peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat
dibandingkan meminjam kepada rentenir dengan bunga tinggi,” tegasnya.Selain itu, Maruara juga mengapresiasi kinerja para pengembang dan kontraktor yang telah berkontribusi dalam pembangunan ribuan rumah subsidi serta membuka lapangan kerja baru, sehingga membantu menekan angka pengangguran.Senada dengan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa pihaknya
terus menyediakan data
akurat guna mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Ia menjelaskan
bahwa data tersebut menjadi dasar dalam penentuan program, termasuk kategori
masyarakat yang belum memiliki rumah (backlog) dan rumah tidak layak huni.“Data
ini penting agar intervensi pemerintah tepat sasaran, baik untuk masyarakat
yang belum memiliki rumah maupun yang tinggal di hunian tidak layak,” jelas
Amalia.Amalia juga
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program
pemerintah sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.Sementara
itu, Gubernur Banten, Andra Soni, turut mengapresiasi program BSPS yang dinilai
mampu membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian layak. Ia menyebutkan
bahwa program tersebut memberikan dampak signifikan di
wilayah Banten.“Tahun
lalu terdapat sekitar 1.500 unit rumah subsidi, dan tahun ini meningkat menjadi
sekitar 2.500 unit. Khusus Kabupaten Tangerang, tercatat sebanyak308unit
rumah,” ungkapnya.Menurut Andra, program BSPS tidak hanyameningkatkan kualitas
hunian masyarakat, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi warga yang khirnya
memiliki rumah sendiri.“Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Program ini
benar-benar membantu masyarakat mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. (DOEL)
Komentar