Langsung ke konten utama

Patroli bersama Komduk, Sinergi TNI dan Warga Jaga Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

SensorNews.Id - Tangerang -  Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Koramil 02/Batuceper dan Koramil 09/Serpong Utara menggelar kegiatan patroli/siskamling keliling bersama unsur Komduk yang menjadi bukti nyata sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Batuceper Kota Tangerang dan Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan. Sabtu (25/04/26).


Patroli yang melibatkan Babinsa Koramil 02/Batuceper dan Koramil 09/Serpong Utara, mitra Babinsa, serta warga setempat ini dilaksanakan dengan menyasar area strategis, khususnya di kawasan Kecamatan Batuceper Kota Tangerang dan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.

Dengan penuh semangat kebersamaan, para personel menyusuri lingkungan sambil memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Heru Susanto  , menegaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti tawuran maupun kenakalan remaja yang kerap meresahkan warga.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...