Beirut
SensorNews.id, Minggu, 5 Maret, 2026. Sejak didirikan pada 19 Maret
1978 hingga akhir 2024, misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon, United Nations
Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sudah menelan lebih dari 337 korban prajurit
gugur dalam misi menjaga
perdamaian antara Lebanon dan Israel. Padahal, peran UNIFIL sangat penting dan
semakin diperlukan seusai perang Israel-Hizbullah tahun 2006 yang
menghancurleburkan Lebano Akan tetapi, dalam dua hari,
berturut-turut, kembali
prajurit penjaga perdamaian PBB gugur, Minggu-Senin (29-30/3/2026). Pada Minggu
malam pukul 20.44 waktu setempat (sore di Jakarta), Prajurit Kepala (Praka)
Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan Israel
ke posisi pos UNIFIL di
Adshit al-Qusayr. Pos tersebut adalah pos yang diampu oleh kontingen TNI untuk
UNIFIL. Seorang rekannya, sesama prajurit TNI, luka berat dan dievakuasi ke
Rumah Sakit Saint Saint George
Sejak didirikan pada 19 Maret
1978 hingga akhir 2024, misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon, United Nations
Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sudah menelan lebih dari 337 korban prajurit
gugur dalam misi menjaga perdamaian
Berselang sehari, Senin,
sebuah ledakan menghantam konvoi dua kendaraan pasukan Kontingen Garuda di
dekat kota Bani Haiyyan. Lalu, terjadi serangan gencar di lokasi. Akibatnya,
dua prajurit gugur dan dua rekannya terluka
antara Lebanon dan Israel.
Padahal, peran UNIFIL sangat penting dan semakin diperlukan seusai perang
Israel-Hizbullah tahun 2006 (DOEL)
Komentar