Langsung ke konten utama

PERADIN Bersama Pemerintah dan DPRD Gelar Bakti Sosial di Kalideres, Wujud Kepedulian Nyata untuk Masyarakat

SensorNews.Id - Jakarta Barat – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan bakti sosial yang digelar oleh PERADIN bersama jajaran pemerintah di wilayah Kalideres.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Hartono Suwongso, S.H. yang hadir di tengah masyarakat bersama anggota DPRD, Haji Ahmad Ruslan, S.H.. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Camat Kalideres, Lurah Kalideres, serta jajaran pengurus RW Kalideres.

Bakti sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi advokat, pemerintah daerah, dan wakil rakyat dalam membantu serta melayani masyarakat secara langsung. Kehadiran PERADIN di tengah masyarakat tidak hanya sebagai organisasi profesi hukum, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian sosial yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Haji Ahmad Ruslan, S.H. menyampaikan apresiasi atas peran aktif PERADIN yang terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kepedulian sosial dan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Hartono Suwongso, S.H. menegaskan bahwa PERADIN akan terus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pihak Kecamatan dan Kelurahan Kalideres juga menyambut baik kegiatan ini, karena mampu mempererat hubungan antara pemerintah, organisasi, dan warga dalam semangat gotong royong.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa PERADIN hadir untuk rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...