Langsung ke konten utama

Sinergi Nyata PG-PAUD FKIP UNDHARI, Laboratorium PAUD Dikembangkan Lebih Inovatif dan Kontekstual

SensorNews.Id - Dharmasraya - Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) menggelar kegiatan bertajuk “Sinergi Prodi PGPAUD FKIP UNDHARI dan Mitra dalam Penguatan Laboratorium PAUD Sesuai Visi Keilmuan” pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026 (12/4/2026), bertempat di G Coffee, Jorong Palo Padang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran laboratorium PAUD sebagai pusat pengembangan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan aplikatif. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai mitra sekolah dari sejumlah daerah di Sumatera Barat, di antaranya Kabupaten Solok Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung. Turut hadir pula organisasi profesi seperti HIMPAUDI dan IGTKI, dosen PG-PAUD, serta pimpinan Universitas Dharmas Indonesia.

Ketua Program Studi PG-PAUD, Sri Yunimar Ningsih, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan penguatan laboratorium PAUD yang mampu menjawab tantangan pembelajaran anak usia dini di era modern.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa laboratorium PAUD tidak hanya menjadi pelengkap akademik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat inovasi pembelajaran. Kolaborasi dengan mitra menjadi kunci dalam menghadirkan praktik-praktik terbaik yang kontekstual dan berdampak langsung bagi perkembangan anak usia dini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan mitra lapangan sangat penting dalam menyelaraskan teori dan praktik. “Kami berkomitmen menjadikan laboratorium PAUD sebagai ruang belajar yang hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta sejalan dengan visi keilmuan prodi yang berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan,” tambahnya.

Wakil Rektor III UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Prodi PG-PAUD dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penguatan laboratorium berbasis kemitraan merupakan langkah konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang anak usia dini.

Senada dengan itu, Dekan FKIP UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Estuhono, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong inovasi pendidikan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama, Dr. Fitria Sari, M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama antara kampus dan mitra sebagai fondasi pengembangan program yang berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, pemaparan materi, serta perumusan langkah strategis pengembangan laboratorium PAUD ke depan. Suasana kolaboratif yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan model laboratorium PAUD yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PHK Sepihak di PT. Intan Sejati Andalan Tuai Protes Keras dari PK-FTIA

BENGKALIS, sensornews.id - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di PT. Intan Sejati Andalan, memicu polemik dan protes keras dari Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan (PK-FTIA). Perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT. Mahkota Group Tbk ini dituding melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. (16/06/25) Insiden yang memicu PHK bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Hendrik mengklaim telah memberitahu rekannya tentang tindakannya dan berjanji mengembalikan sapu tersebut pada siang hari. Namun, hingga kini sapu tersebut masih berada di tempat kerjanya. PK-FTIA menilai bahwa PHK sepihak yang dilakukan oleh Manager PT. Intan Sejati Andalan sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Organisasi ini menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih yang telah bekerja selama ...

Management PT.INTAN SEJATI ANDALAN Anak Perusahaan PT.Mahkota Group.T.bk Diduga melakukan PHK SEPIHAK

BENGKALIS, sensornews.id - PT. Intan Sejati Andalan, anak perusahaan PT. Mahkota Group T.bk, Diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) SEPIHAK terhadap Hendrik Saragih, seorang karyawan bagian Veletising Helper di perusahaan tersebut. PK-FTIA (Pengurus Komisaraiat Federasi Transportasi Industri Dan Angkutan) protes keras atas tindakan ini dan menilai bahwa perusahaan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jum'at (20/06/2025) Menurut PK-FTIA, Hendrik Saragih telah bekerja di perusahaan sejak tahun 2013 dan telah mengabdi selama 12 tahun. Insiden yang menyebabkan PHK tersebut bermula pada Kamis, 12 Juni 2025, ketika Hendrik Saragih mengambil sapu lantai di mess G-09. Meskipun Hendrik mengakui kesalahannya, PK-FTIA menilai bahwa tindakan PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. PK-FTIA menuntut keadilan bagi Hendrik Saragih dan meminta pemerintah di bidang ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti kasus...

Menkeu Sambut Positif Pembentukan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Yang di Bentuk Polri

JAKARTA, sensornews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut positif inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.  Satgassus itu dibentuk untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu mengatakan APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat salah satunya dari pajak. Meski demikian, Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dinilai bukan sesuatu yang baru. "Satgassus dari kepolisian ini sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir karena saya termasuk yang diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi. Tentu merupakan hal yang positif untuk terus mendukung karena APBN yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," jelas Menkeu, Rabu (18/6/2025). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengatakan telah mengundang Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara untuk berdiskusi mengenai cara me...