Iran Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Pasokan Air dan Listrik Terpengaruh
IRAN , Sensornews.id - Iran saat ini sedang menghadapi gelombang panas ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sebagian besar pasokan air dan listrik di seluruh negeri. Menurut laporan media pemerintah pada Selasa (22/7/2025), permukaan air di bendungan utama telah turun ke titik terendah dalam satu abad akibat krisis cuaca ini.
Setidaknya 18 dari 31 provinsi terkena dampak, termasuk ibu kota Tehran. Suhu ekstrem mulai melanda sejak Jumat lalu dan diperkirakan akan mereda pada Kamis mendatang. Krisis cuaca ini menyebabkan gangguan pada pasokan air dan listrik.
Gelombang panas ekstrem seperti ini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia akibat perubahan iklim. Laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa Asia mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global.
Pemerintah Iran dan otoritas terkait sedang berupaya menangani dampak dari gelombang panas ini. Langkah-langkah seperti pengaturan distribusi air dan listrik serta himbauan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan sumber daya sedang dilakukan.
Gelombang panas ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Iran, terutama di daerah yang paling terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat untuk menghindari risiko kesehatan akibat panas ekstrem.
Peringatan dini dan langkah pencegahan sangat penting dalam menghadapi gelombang panas ekstrem. Masyarakat perlu waspada terhadap gejala panas ekstrem seperti dehidrasi dan kelelatan panas, serta mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang untuk menjaga keselamatan. (Fahri)